Pengertian Pengangguran
Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja
(15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya.
Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa
sekolah SMP, SMA, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena
sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.
Setengah Pengangguran adalah bagian dari angkatan kerja yang
bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). Setengah
pengangguran dibagi menjadi dua kelompok :
Setengah Penganggur Terpaksa, yaitu mereka yang bekerja
dibawah jam kerja normal dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia
menerima pekerjaan lain.
Setengah Penganggur Sukarela, yaitu mereka yang bekerja di
bawah jam kerja normal tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia
menerima pekerjaan lain, misalnya tenaga ahli yang gajinya sangat besar.
Jenis dan Macam-Macam
Pengangguran
Pengangguran Friksional / Frictional
Unemployment
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya
sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis
antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari
lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka
lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan
kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari
sebelumnya.
Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya
fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus
nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, pedagang durian
yang menanti musim durian.
Penganguran struktural
Pengangguran struktural adalah
pengangguran akibat keadaan ekonomi. Perubahan struktur ekonomi akhirnya
mengalami perubaahana dalam kebutuhan tenaga kerja. Struktur ekonomi agraris
berubah menjadi sistem struktur Industri, yang menuntut perubahan keterampilan
yang dapat menunjang industry.
Beberapa kasus pengangguran struktural terjadi pada 1998, pada saat bangsa Indonesia mengalami krisis moneter. Banyak pekerja pabrik, pegawai bank dan perusahaan-perusahaan serta lembaga-lembaga lainnya yang mengalami kerugian, sehingga dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pada tahun tersebut, tingkat pengangguran di Indonesia begitu tinggi.
Pengangguran struktural dapat diatasi jika pemerintah melakukan dan mengeluarkan peraturan serta kebijakan yang memihak rakyat. Di samping itu, pengganggur pun harus memperdalam keahlian dan kemampuannya
Pengangguran ini terjadi karena adanya perubahan dalam struktur perekonomian yangmenyebabkan kelemahan di bidang keahlian lain. Contoh: Suatu daerah yang tadinya agraris (pertanian) menjadi daerah industri, maka tenaga bidang pertanian akan menganggur.
Beberapa kasus pengangguran struktural terjadi pada 1998, pada saat bangsa Indonesia mengalami krisis moneter. Banyak pekerja pabrik, pegawai bank dan perusahaan-perusahaan serta lembaga-lembaga lainnya yang mengalami kerugian, sehingga dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pada tahun tersebut, tingkat pengangguran di Indonesia begitu tinggi.
Pengangguran struktural dapat diatasi jika pemerintah melakukan dan mengeluarkan peraturan serta kebijakan yang memihak rakyat. Di samping itu, pengganggur pun harus memperdalam keahlian dan kemampuannya
Pengangguran ini terjadi karena adanya perubahan dalam struktur perekonomian yangmenyebabkan kelemahan di bidang keahlian lain. Contoh: Suatu daerah yang tadinya agraris (pertanian) menjadi daerah industri, maka tenaga bidang pertanian akan menganggur.
Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur
akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih
rendah daripada penawaran kerja.
Pengangguran umumnya di sebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding
dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu
menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya
pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang
sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara
membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan
dalam persen.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi
pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan
kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap
penganggur dan keluarganya.
Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat
menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga
mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka
panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal
istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya
bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
Faktor-faktor Penyebab Pengangguran
Faktor penyebab adanya pengangguran, diantaranya:
a.
Penduduk yang relatif banyak.
b.
Pendidikan dan keterampilan yang rendah.
c.
Angkatan kerja yang tidak dapat memenuhi persyaratan yang
diminta dunia kerja.
d.
Teknologi yang semakin modern.
e.
Pengusaha yang selalu mengejar keuntungan dengan cara
melakukan penghematan.
f.
Lingkungan yang kurang memadai.
g.
Adanya lapangan kerja yang dengan dipengaruhi musim.
Pengertian
Bisnis
Bisnis adalah suatu organisasi
yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk
mendapatkan laba.
Tujuan Bisnis
1.
Bisnis bertujuan untuk
meningkatkan pendapatan individu, masyarakat, lembaga, bisnis dan
negara.
2.
Menanggulangi masalah
pengangguran
3.
Mengembangkan hobi
4.
Memanfaatkan potensi alam
5.
Menciptakan lapangan pekerjaan
Pengelompokan
Bisnis Berdasarkan Aktivitas
• Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi
produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual
untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang
memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.
• Bisnis jasa adalah bisnis yang
menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta
bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan
psikolog.
• Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan
sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan
perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer. lihat
pula: Waralaba
• Bisnis pertanian dan
pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman
atau mineral tambang.
• Bisnis finansial adalah bisnis yang
mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
• Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa
untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.
• Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan
keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah,
dan bangunan.
• Bisnis transportasi adalah bisnis yang
mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari
sebuah lokasi ke lokasi yang lain.
Pengaruh Pengangguran
terhadap Bisnis
1.
Banyaknya
tindak criminal
2.
Banyaknya
terjadinya demonstrasi
3.
Terjadinya
kekacauan social
4.
Bertambahnya
anak jalan dan pengemis
5.
Berkurangnya
daya beli masyarakat
Solusi Mengatasi Pengangguran
Pengguran dapat dihambat pertumbuhan
dengan tindakan – tindakan sebagao berikut, antara lain :
1. Memperluas dan membuka
lapangan kerja baru
2. Menambah keterampilan,
pendidikan, dan skill sehingga mampu bersaing di dunia industry
3. Pemerataan tenaga kerja di
seluruh wilayah
4. Kebijakan – kebijakan
pemerintah yang mempermudah dalam pembangunan usaha
5. Mengembangan sektor
pariwisata dan budaya yang belum sempat tergali
6. Mengembangkan potensi
kelautan dan pertanian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar